Bismillah..
Assalamualaikum.
Selamat sabtu malam :).
“Saat dua hati berjanji tuk arungi hidup di
jalanNya, Allah kan berkahi mereka kala dalam do`a kala dalam asa. Menjadilah
mentari bening pagi terangi bumi terangi hati. Menjadilah keheningan malam kala
berjuta insan larut dalam do`a. Selamat datang kawan diduniamu yang baru ku
do`akan semoga bahagia. Selamat datang kawan di duniamu yang baru ku doakan
semoga bahagia…”
Lagi buka-buka folder nasyid eh ada
lagu yang enak tuh liriknya udah saya tulis diatas sana :D. Sebetulnya bukan
hanya lagunya yang enak tapi saya juga ingat sahabat saya yang awal Juni
kemarin melepas masa sendirinya alias dipersunting lelaki idaman yang Allah
turunkan untuk menemani hari-harinya.
Kisah ini, ingin saya tulis dari dulu
tapi begitulah karena itu-ini buka blogpun jarang. Well, saya masih ingat
sekitar bulan April bertemu dengannya, nonton pertunjukan teater kemudian buka
puasa bersama. Di senja itu saya ceritakan seseorang yang mengetuk pintu hati
saya kemudian suatu harapan yang kemudian muncul, sementara dia seperti biasa
masih dengan kisah cinta dari teman-teman dekatnya dan terlihat belum ada yang
istimewa untuknya.
April. Mei, tanpa sengaja masih disuatu
sore saya bertemu dengannya. Dia bercerita kini ada lelaki yang mengajaknya
menapaki tangga keseriusan dan akhirnya tanggal pernikahan pun ditentukan.
Hingga Ba`da Magrib awal Juni disela udara yang basah oleh hujan walihmatul
arsy digelar. Syahdu sekali….. Subahnallah segala puji bagi Allah. Ketika
bertemu jodoh, memang seluruh halnya dipermudah oleh Allah. Tidak butuh lama
bagi mereka untuk segera saling mengisi kehidupan dalam ikatan suci pernikahan,
mengkokohkan jutaan asa, cita dan cinta dalam kebersamaan kemudian membangun
pundi-pundi kebahagiaan dengan saling menyempurnakan tuk capai kisah agung sang
Maha Pemilik Cinta.
Treng…treeeeng
ini dia Desi dan A Dede.
Kemudian,
masih di bulan Juni saya mendapat kabar bahagia kembali.
Sahabat
saya datang di hari Jum`at dengan senyum meronanya. Pipinya yang merah semakin
bewarna merah, lantas dengan malu-malu ia ceritakan suatu hal yang membuat
jantungnya berdebar lebih cepat dan tidur malamnya yang seakan belum terbangun
alias masih berada di alam mimpi.
“Aku
dilamar”
“Oh wow!
Subhanallah….”
Dua hari
kemudian, saya menghadiri pertunangan sahabat saya. Senyum-senyum :).
Iseng
saya bicara; siapa yang mau, siapa yang pada maju. Geeeeeer pecahlah tawa
hihihi. Allah sedang mempersiapkan semuanya; mental, fisik, rohaniah termasuk
calonnya untuk saya. Pantaskan diri. Pantaskan diri. Termasuk meminta untuk
dipertemukan dengan Rembulan Perak solih yang nantinya akan seperti ini.
![]() | |||
Rembulan Perak harus cedas dan pandai bercerita |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar