Bismillahirahmanirrahim...
Dear,
Saya merasa waktu cepat
sekali berjalan. Hari ke hari, minggu ke minggu.. merasa baru kemarin Ramadhan
kemudian hari raya sekarang masih bulan Syawal tapi beberapa perubahan mulai
terasa.
Agenda bersama teman-teman
IREMA dari pesantren Ramadhan, silaturahmi orangtua dan alumni IREMA dengan
IREMA Al-Amin Allhamdulilah berhasil diadakan, masuk ke acara 17-an kami
sama-sama melaksanakan, sekarang satu per satu anggota IREMA kembali ke
kesibukan masing-masing ditandai dengan mulai berjalannya jadwal perkuliahan. Beberapa
hari yang lalu Fajar berangkat ke Tasikmalaya dia sekolah di Universitas
Siliwangi jadi mahasiswa baru di sana, hari ini Opa perpisahan sama anak-anak
soalnya besok kembali pulang ke Solo masa liburannya selesai, beberapa hari ke
depan juga Ira dia masuk tingkat akhir di UIN Bandung mulai mau berkutat sama
skripsinya.
Kembali,
Saya bayangkan madrasah
yang hanya ada saya, Aji juga Mega. Hhm... Mega, dia juga baru masuk SMK
Farmasi anak SMA baru, dunia yang baru, adaptasi yang baru sedikit banyak porsi
kosentrasinya terfokus ke sekolah... dulu menghadapi ini semua saya sempat
limbung, saya sendiri kalau kerja bagaimana? Apalagi pekerjaan saya tidak
setiap harinya pagi sampai siang pasti ada waktunya shiff siang ke malam, belum
lagi kalau jodohnya dapat pekerjaan di luar kota, anak-anak gimana??? Dilimpahkan
ke Bu Saodah beliau sudah cukup banyak di mesjid belum lagi malamnya ba’da Isya
giliran ngajar IREMA. Ditambah rencana Aji yang September besok mulai daftar
lagi ke TNInya. Makin pusinglah... anak-anak gimana? Padahal mereka sedang
semangat-semangatnya, DKM, sesepuh mesjid, RW, orangtua santripun saya rasa
dukungan mereka sedang besar-besarnya. Membangun kepercayaan bukan hal mudah,
saya sendiri gak mau tiba-tiba IREMA kembali sepi tidak ada gaungnya di
kampung.
Mengatasi hal ini sempat
pula meminta pendapat dari alumni IREMA, seorang alumni berkata “IREMA gak ada,
mesjid sepi, Sanding hancur!” kata-kata itu melekat di ingatan kami membayangkan
bagaimana nanti anak-anak sedangkan banyak di antara mereka yang sekarang masuk
SMP, pergaulan remaja awal bila tidak diimbangi dengan pendidikan agama membuat
ketakutan kami besar. Kemudian alumni IREMA yang lain juga pernah menguatkan “Bukan
mesjid yang butuh kita, tapi kita yang sebenarnya butuh mesjid”. Menuliskan ini
saya jadi terharu ingat dulu waktu kecilpun saya belajar ngaji oleh para alumni
itu, Aa-Aa yang sekarang sudah berkeluarga bahkan punya anak lebih dari satu
tapi saat tiba giliran kami IREMA angkatan ini meneruskan, para alumni meski
tinggal berjauhan tetap menjaga komunikasi, bila pulang ke Garut menyempatkan
waktu bertemu untuk sharing berbagi pengalaman juga saling menguatkan, apalagi
bila IREMA butuh bantuan tidak segan-segan mereka korbankan materil untuk
membantu kami.
Hhm... kebersamaan yang
indah bukan?.
Baik, namun Allah Maha
Baik... rencana yang Allah siapkan bagi tak pernah terhitung dalam jangkauan
kami. Menghadapi anak-anak juga tujuan yang ingin terus berjalan, hati harus
bermain... bayangkan, remaja di Sanding ini banyak-banyaaaak sekali bahkan saat
membuat undangan silaturahmi dari dua RW tercatat 80 remaja di Sanding dari jenjang
pendidikan kelas 3 SMP sampai lulus SMA dari 80 remaja tersebut Allhamdulilah
beberapa remaja Allah jadikan solusi dari masalah kami. Ada beberapa remaja
perempuan yang tergerak hatinya. Juga ada Annisa, Allah hadirkan Annisa di
antara kami, usia Annisa yang sudah masuki usia 20, keshalehan dia, karakternya
yang kalem, bertanggung jawab, menjadi angin segar. Bagi saya pribadi untuk
sebuah organisasi harus ada seorang yang mampu dituakan, kata-kata yang keluar
dari mulutnya saat berbicara di depan forum adalah keputusan dan kepastian,
juga mampu menjadi penengah bagi anggotanya. Annisa, bila esok atau tiba
waktunya perhatian saya terbagi besar rasanya hati mulai tenang.
Annisa dan Aji, ada
mereka... harapan saya, Ira, Ikbal, Gilar, Opa, Mega, Puput, Sopi, Desi tertuju
pada mereka. Juga IREMA baru yang InsyaAllah akan disahkan, habis ini saya
sendiri mungkin tidak masuk keanggotaan, wakil ketua jabatan terakhir yang
dilepaskan tahun ini.
Semoga... tujuan IREMA
berjalan tahap demi tahap, dikokohkan oleh Allah hati-hatinya, dibersamakan
dalam meraih kebaikan bersama, tetap kuat meski sentilan angin kadang datang
tak sesuai dengan hati, anak-anak juga semakin sholeh.
Khusus untuk
teman-teman...
Fajar pulang ke Sanding
jadi ahli Geografi, Opa pulang ke Sanding sudah tahfidz Qur’an, Ira skripsinya
lancar, Gilar betah dipekerjaannya, Ikbal dan Teh Abel cepet nikah.
Kelancaran, keselamatan,
perlindungan Allah semoga tercurah.
![]() |
minus Gilar formasi lengkap sama Bu Saodah juga |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar