Pages

Cantiknya Visi

Selasa, 25 Juni 2013

 

Bismillah..
Assalamualaikum..

Selamat malam semuanya :).

Malam ini saya hanya ingin menuliskan analisis singkat saya mengenai pentingnya kesamaan visi, misi serta tujuan dalam menjalani suatu proses kebersamaan yang didalamnya terdapat individu berbeda untuk menjalani sebuah hubungan atau interaksi.

Sebetulnya ini sederhana sekali. Bahwa kemarin saya mendapat wejangan dari seorang Ibu berusia lebih dari 65 tahun yang  saya temui di angkot. Kami sedikit ngobrol dari mulai pekerjaan, pendidikan sampai ketika menentukan pasangan hidup.

"Neng, kalau cari suami itu harus yang satu visi sama Neng jadi menjalaninya enak"

Mengapa Ibu tersebut berkata demikian? Jawabannya, karena beliau bercontoh dari putra serta menantunya yang sama-sama berjuang di dunia dakwah.

Menantu Ibu tersebut adalah seorang yang tidak asing bagi saya bahkan bisa dikatakan kami cukup dekat meskipun hubungan kami hanyalah sebatas dosen dan mahasiswa, namun disisi lain menantu dari ibu itu adalah murobi saya. Tentulah sedikitnya saya bisa menilai bagaimana keadaan keluarga murobi saya meskipun hanya dari sisi luarnya. HARMONIS.

Indah sekali saya lihat, ketika waktu kami holaqoh suami murobi saya menunggu sampai selesai atau menjemput ketika holaqoh selesai. Pernah saya berfikir bagaimana kalau suami beliau tidak mendukung dakwah yang dilakukan istrinya. Sehari-hari berprofesi sebagai dosen lalu waktu kosongnya dipakai untuk holaqoh untuk anak mentornya, kalau pasangan yang tidak mengerti bisa saja hal itu dilarang.

Dunia memang sempit, bisa-bisanya saya bertemu orangtua dari murobi saya hingga akhirnya saya mendapat wejangan dari beliau.

Selain murobi saya yang berjuang dijalan dakwah sayapun memiliki satu kisah lagi dari pasangan yang bervisi sama, untuk kali ini pasangan yang ingin saya ceritakan berada dijalan seni.

Seorang perempuan cantik, berkulit putih, mata bulat dengan rambut pirang serta senyum yang menawan. CANTIK asli CANTIK. Beliau adalah seorang penyair, penulis dan penggiat seni. Karya-karyanya mendunia di kalangan sastra, memiliki beberapa buku yang telah terbit, media Jawa Barat serta Bali sudah tidak asing lagi dengan perempuan ini. Puisi-puisinya manis, syahdu dan membahana.

Sebetulnya tidak banyak yang saya ketahui tentang perempuan cantik ini namun sepintas saya lihat kehidupan keluarganya pun sama harmonis dan sebahagia murobi saya yakni memiliki pasangan yang berada dijalur yang sama. Satu fikiran dan tujuan.

Beliau bersuamikan seorang fotografer, sehingga seluruh kegiatan seni yang menyertakan beliau suaminya ada.

Analisa saya, seorang penulis, penyair atau perempuan yang berprofesi di media publik adalah seseorang yang memiliki akses besar nan luas untuk berinteraksi dengan lawan jenis. Bagaimana jadinya apabila beliau memiliki pasangan yang tidak sejalan pikirannya? hhmmm bisa-bisa cemburu membahana. Larangan ini itu akan hadir kemudian munculah keadaan tidak nyaman untuk satu sama lain.

Jadi, memang benar 100% ketika menentukan pasangan hidup haruslah yang bervisi dan tujuan sama agar bahagia dunia serta akhirat apalagi jika berada di jalur cintaNya..

*hhmm kecil-kecil kok so tahu ya :p tapi tidak apa karena inilah kebiasaan saya senang memeperhatikan sesuatu apalagi jika hal itu bisa diambil nilai positifnya*

3 komentar:

Ohaha ~ mengatakan...

wah.. mantap mantap ~
tulisannya dewasa bangeeet :D hihih
*fllbk yah

Retno Novitha S mengatakan...

hihihi..
segera sista ;)

AuL Howler mengatakan...

agreee

kalau dari awal tidak sama tujuan tidak sama yang ingin dicapai ya...
nggak bakal sampai-sampai

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS