Pages

KEJORA

Selasa, 18 Oktober 2016


Kemudian,
Masih pada langit yang sama
Saat tengadah kepala kita menjurus ke atas
Seketika awan-awan berarak pisahkan diri
Ciptakan bentangan lapang tanpa asap
Lantas,
Mata kita mengerjap
Menghitung bintang demi bintang yang kemudian datang
Bintang yang tersenyum membentuk elokan mata, hidung dan bibir yang berbinar
Kita turut kembangkan senyum
Di bawah rerumputan yang basah oleh embun malam
Rintikan lembutnya jalari sekitaran pundak
Sementara telunjuk kita mengapung ke udara
Memilih sesuka hati bintang mana yang di suka
Di selari angin yang juga turut berdendang tawa
Aku bentangkan seluruh jari kemudian berkata “itu bintangku.....” menangkapnya lalu dengan genggaman menyimpannya di dada
Saat jatuh cinta,
Maka semesta ‘kan turut bahagia tanpa diminta
Aku alihkan pandangan,
Menatapnya yang masih berbinar
Kejora, bintang yang paling indah itu di matamu

Garut, 12 Oktober 2014
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS