Pages

Aaah Dulupun Aku Seperti itu…. (Tertawan Cinta)

Jumat, 01 April 2011

Bismillahirahmanirahim…

Aku semakin cinta!
Tidak berlebih jika ku tulisakan kalimat itu, karena memang benar saat ini aku sedang jatuh cinta. Cintaku ini sebuah kebahagiaan yang maha dasyat menyeruak begitu saja dari dasar kalbu, awalnya memang tidak di sengaja namun semakin hari rasanya aku tidak ingin melepas cintaku ini, bahkan mungkin aku pupuk semakin jauh hingga akhirnya melekat erat dalam hatiku, segala puji bagi Allah telah mempertemukan kami, Hey ku mohon jangan salah berfikir! Cintaku ini bukan cinta untuk adam namun lebih tulus dari itu yang ku namakan cinta terhadap jilbabku.

6 bulan yang lalu aku sangat bangga dengan rambut panjang hitam lurusku, rambutku itu natural dan sehat. Tak pernah sekalipun aku pergi ke salon untuk meluruskan atau merawat dengan tektekbengek perawatan rambut yang aku tak tahu namanya. Aku ingat dulu, banyak orang bertanya apa yang aku lakukan terhadap rambutku “eno nyalon dimana?” “eno pake sampho apa?” selalu aku jawab seadanya dengan gelengan kepala dan kejujuran aku pake sampho merk X yang harganya paling murah di antara semua sampho yang di iklankan di televisi, lalu respon mereka ada yang tertawa, ada yang membulatkan bibir seraya berkata “ooooooooh” dan ada pula yang langsung beli sampho merk tersebut. Ah kopi asem aku kalo inget mereka!

Selain rambut, 6 bulan yang lalu aku pun memiliki hobi khas remaja-remaja pada umumnya. Yaaa aku senang mengecilkan ukuran baju!. Dari mulai seragam putih abu-pramuka-baju olah raga-sampai hampir semua baju sehari-hari yang mamah belikanpun aku kecilkan. Aku senang memakai baju ketat sehingga ukuran badanku yang saat itu tengah berkembang telihat indah di depan cermin. Aku tidak peduli apa kata orang yang penting aku senang memakainya.

Rambut panjang dan baju ketat itu berangsur hilang, di mulai dari berbagai kejadian yang aku alami:

Suatu sore aku pergi bersama salah seorang sahabatku. Kami beriringan dan aku berjalan di sebelah kanan dia, saat itu yang aku pakai t-shirt warna merah tua dan jins panjang hitam sengaja aku masukan t-shirt tersebut kedalam jins sehingga perutku yang tidak memiliki lemak dapat terlihat datar, sementara bokongku pun terlihat semakin berisi hasil olahraga setiap pagi dan sore hari. Lalu, apa yang terjadi? Entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja berlari seorang pemuda yang kemudian dengan cengiran khasnya memegang bokongku dari belakang (memalukan sekali, tapi untuk contoh gpplah aku tulis. Semoga ada hikmah di balik ceritaku untuk teman2 semua). Aku marah? Ya pasti! Aku di perlakukan seperti itu di depan umum. Seolah waktu berhenti, semua orang yang ada di sana menatapku tapi kembali lagi aku tidak bisa berbuat apa-apa toh apa yang terjadi semua karena salahku. Itu pertama kali aku berfikir tentang kesalahanku namun sayang aku masih buta hingga aku tidak merasa bahwa hal tersebut adalah teguran untukku.

Yang menjadi titik awal perjalanan jilbabku adalah ketika aku memutuskan untuk memangkas rambut, tujuan pertamanya karena aku ingin mencari suasana berbeda, aku sudah mulai jenuh dengan rambut panjang walaupun aku memiliki sifat cuek namun tetap saja meskipun tidak menggunakan perawatan tetap aku harus `mengurus` rambut. Yaaaaaah akhirnya ketika aku pulang dari salon kesal, marah, dan masih banyak lagi perasaan bercampur aduk. Yang aku fikirkan sebelumnya ternyata jauuuuuuh dari kenyataan, entah itu model apa yang jelas aku merasa freak sekali. Tapi, penyesalan tetap penyesalan, nasi sudah menjadi bubur tinggal telan dan hep! Tunggu keluar.

Setelah kejadian salah pangkas rambut, kemanapun aku pergi di pastikan memakai kerudung. Di bulan-bulan pertama, jilbab aku gunakan sebagai kain penutup kekuranganku namun dengan berjalannya hari aku merasakan kenikmatan tersendiri. Berangsur pakaianku pun tertata, tidak ada baju yang di kecilkan, t-shirt ketat serta rok pendek atas lutut. Aku sadar meskipun jilbabku belum memenuhi syarat-syarat jilbab Syar`I tapi toh sekarang aku sudah memulainya, aku bahagia dan aku merasa beruntung telah Allah beri penerangan hidup. Maka, ketika sekarang sahabat-sahabatku ribut mengenai baju yang di anggap terlalu besar, rambut yang di tata sedemikian rupa sehingga terlihat indah (memang indah), dan terusan pendek atas lutut, processor di kepala ku langsung bereaksi “aaah dulupun aku seperti itu….” Dan sekarang aku hanya bisa tersenyum getir, bahagia, dan penuh harap. Semoga senantiasa aku dapat istiqomah, semoga aku bisa mempertahankan cintaku ini, dan semoga kelak aku serta sahabat-sahabatku dapat saling mengokohkan untuk tetap menjaga cinta kami bersama.

Satu lagi yang aku rasa setelah hijarah berjilbab, ketika aku pergi sendiri kemanapun itu aku merasa lebih aman karena ada Kekasih yang menjagaku, sekarang aku pasrah toh aku yakin Kekasihku senantiasa menjaga kesucianku. Segala Puji BagiMU.
Satu puisi yang aku kutip dari tabloid mini Hidayatullah Garut

Tertawan Cinta

Ya Allah
Jika cinta adalah ketertawanan
Tawanlah aku dengan cinta kepada-MU
Agar tidak ada lagi yang dapat menawanku
Ya Allah
Jika rindu adalah rasa sakit
Yang tidak pernah menemukan muaranya
Penuhi aku dengan rindu kepada-MU
Dan jadikanlah kematianku
Sebagai muara pertemuanku dengan-MU
Ya Allah
Hatiku hanya cukup untuk satu cinta
Jika aku dapat mengisinya dengan cinta kepada-MU
Akan kemanakah ku sembunyikan wajahku dari-MU
Ya Allah
Tawanlah cintaku

14 komentar:

latifatul ali mengatakan...

alham sadar...
moga gak lepas lg :)

Retno Novitha S mengatakan...

insyaAllah, mohon bantuannya :)

Agung A. Kusuma mengatakan...

siplah, jangan sampai lepas dari tawanan cinta ALLAH..
:D
btw salam kenal yah..

Retno Novitha S mengatakan...

insyaAllah, mohon doanya. salam kenal juga, makasih udah mampir segera kunjungan balik :)

AuL Howler mengatakan...

First: Alhamdulillah foto rambutnya nggak dipost ya... Keep in jilbab!

second: Thanks udah follow Aul ya, Enno... Aul follow back nih :)

Salam blogger!

Retno Novitha S mengatakan...

alhmdllh..
hahaha oke oke aul nice to meet u
salam blogger!

Geafry Necolsen mengatakan...

Assalamualaikum..
makasih ya udah mampir,

nanti kalo sudah punya suami, jadilah istri yang baik.. adab yang baik pada suami termasuk bukti rasa cinta kepada Allah

Retno Novitha S mengatakan...

waalaikumsalam..
makasih juga udah kunjung balik, waduuuuh mas aku merinding baca komen`y. InsyaAllah semoga suami aku nanti yang bisa ngbmbng aku k surga

f`La mengatakan...

thanks udah komen di blog saya :)
tetep semangat ya, hehe
salam kenal balik

Ami mengatakan...

kisah nyata ya?... wow...

Retno Novitha S mengatakan...

f`la : sama-sama. insyaAllah :)

m`ami : iya mbak kisah nyata hehe

Daris Firzan mengatakan...

wow, bagus banget puisinya, follow back ya :)

Nufri L Sang Nila mengatakan...

semoga terus lanjut dan bahagia karenanya...karena kebahagian lah kita ada...
salam

Malieh mengatakan...

Puisi yg indah...salam santun dariku,sehat selalu itu doaku..lam knal ea..

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS