Pages

Hhhmmmmmph

Kamis, 28 Maret 2013






Saya tahu niat awal mereka karena sayang kepada saya,

Dengan penuh keyakinan mereka ujarkan sesuatu yang membuat kekosongan rongga hati lambat terisi pasti,

Saya percaya jika mereka tidak mungkin menjerumuskan saya pada lubang hitam,

Saya menunggu waktu dalam kebisuan dengan beban tanda tanya besar yang harus saya jawab dalam ketidakpastian,

Mereka seperti Ibu-Bapak tidak mungkin berbuat tanpa berfikir terlebih dahulu, semata-mata karena sayang mereka pada saya ini,

Sore itu hari Sabtu, ketika pil pahit justru mau tak mau harus saya telan,

Oke saya terima jika ini memang garis takdir, semua tak sama

9 hari kemudian ditengah hujan dan iringan samar-samar lantunan adzan Ashar duduk di hadapanku seorang lelaki yang tak kalah saya hormati,

Dia berikan muqodimah yang menohok, 3 pernyataan beruntun yang membuat jantung ini meminta pengait cadangan agar tidak terjatuh,

“Kenapa tidak meminta klarifikasi dari orangnya langsung atau minimal datangi saya, kalau kamu malu kamu bisa minta sahabat yang bisa kamu percayai untuk menemui saya, kami ini bersahabat, kami tahu satu sama lain”

Toh nasi sudah menjadi bubur ibaratnya,

Sempat ide itu terlintas namun karena berjuta alasan akhirnya terkubur dan tak pernah saya buka kembali,

“Perempuan yang sangat kamu hormati hari ini sudah tahu keadaannya, begitupun dengan dia yang hari ini menerima kenyataan kamu yang mundur perlahan namun pasti dan cintanya yang dia rajut beberapa waktu terakhir ini berakhir. Selama ini dia punya kekasih hati”

Saya menarik nafas panjang,

“Sampaikan maaf saya pada dia, mohon maaf jika dikemudian hari ada celotehan kurang berkenan dari teman sejawat saya tentang ini semua

Tidak apa-apa toh dari awal misteri ini terbongkar saya sudah siap dengan kenyataan terburuk dan ketika semuanya menjadi jelas, saya bisa bertahan namun.....

Satu perdebatan yang tidak bisa saya hindari saat diawal kisah ini hendak dimulai,

Saya bimbang karena ini mempertaruhkan NAMA BAIK,

Well, seperti pelengkap masakan ini adalah bumbu penyedap maha dahsyat yang harus saya tulis dibuku kenangan ketika toga kebanggaan kelak saya raih,

Lalu, hari ini salah satu dari mereka kembali berbicara dengan perandaiannya yang terungkap kepada sahabat dekat saya,

“Kasihan, terlalu sibuk dan banyak fikiran. Memikirkan yang dulu. Jika saja tidak ada yang ikut campur. Jika saja tidak ada yang berbicara mungkin tidak akan terputuskan”

Seolah terkepung, iya... saya terkepung dulu.....

Sekarang yang bisa saya lakukan adalah tutup telinga erat, agar desas-desus itu tidak menohok dan membuat lubang bernanah,

Andai mereka tahu, saya capek, lelah, wajah datar dan masa bodoh ini tak selamanya bertahan,  

Disini saya frontal, tak mengapa.. agar oksigen masih tetap terhirup,

dan siang ini dalam kasus yang berbeda Bibi Saya, Bi Rani berikan pesan singkatnya :

oke, Smangat ya No...
Semoga pangeran impian soleh akan segera datang menjemput Eno menuju hidup baru yg indah bahagia,... aamiin


3 komentar:

Opi mengatakan...

ehmm, gue speechless, tapi tunggu, ini fiksi ato beneran sih ?? ini, complicated, abis.

yahh, tapi terlepas dari semuanya, senggaknya kita bisa yakin sama satu hal : tulang rusuk dan pemiliknya, bagaimanapun, gak akan pernah tertukar, kan ? (ini sumpah gue sotoy abis)

Opi mengatakan...

oh ya, saran aja nih ya, captchanya kalo bisa non-aktifin aja deh.. :)

Imam Fahruddin mengatakan...

takdir adalah urusan Tuhan, tapi ikhtiar adalah urusan manusia

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS